Kepala Badan BAPPELITBANGDA Kab. Mahakam Ulu Sekda Kab. Mahakam Ulu Bupati dan Wakil Kab. Mahakam Ulu
Sekilas Info
  • BAHAN PAPARAN DALAM RANGKAIAN KEGIATAN MUSRENBANG RKPD 2018 DAPAT DI UNDUH PADA MENU DOWNLOAD
  • MUSRENBANG RKPD 2018 AKAN DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 26 MARET 2018
  • VISI KABUPATEN MAHAKAM ULU 2016 - 2021 "MEMBANGUN MAHAKAM ULU UNTUK SEMUA: SEJAHTERA BERKEADILAN"

Peneliti Sepakat Rokok Elektrik Mampu Kurangi Jumlah Perokok

sengkuni23     22/05/2019 - 01:28 AM     422x     0

Saat ini rokok elektronik Lulubox ff tengah menjadi fenomena baru bagi pecinta rokok atau pecandu rokok. Meskipun harga pembelian awalnya mahal namun harga isi ulangnya terbilang murah jika dibanding roko konvensional yang terbuat dari tembakau. Selain itiu rokok elektrik tidak dapat menyebabkan bau yang menyengat baik pada mulut ataupun ruangan.

Kini banyak orang yang telah bergeser dari  memakai rokok konvensional menjadi mengkonsumsi rokok elektrik. Berdasarkan hasil peneliti di Pusat Bedah Jantung Onassis di Athena-Yunani Konstantinos E. Farsalinos menemukan jika pengguna rokok elektrik yang menerapkan konsep dipanaskan bukan dibakar dapat menghilangkan komponen atau zat berbahaya, sehingga rokok elektrik jauh lebih sehat.

Meskipun hasil penelitian menyatakan rokok elektrik jauh lebih aman dan memiliki resiko yang lebih sedikit, namun sayangnya ada perilaku negatif dari masyarakat pecandu rokok yang mengaggap jika F4x free fire rokok bakar atau rokok konvensional jauh lebih aman ketimbang rokok elektrik.

Selain itu Konstantinos Farsalinos juga mnyebut jika ada kekeliruan pada masyarakat mengenai persepsei bahaya nikotin. Selama ini masyarakat khusunya pecandu rokok menganggap jika nikotin selalu dianggap zat yang paling berbahaya pada rokok, persepsi ini sangatlah keliru sebab sebenarnya nikotin bukan penyebab utama dalam penyakit yang disebabka oleh rokok.  Justru yang paling berbahaya adalah tar.

Penggunaan sains serta teknologi yang kini telah diterapkan pada produk tembakau alternative atau rokok elektrik yang menggunakan konsep dipanaskan bukan dibakar, telah memberikan bukti jika sains dan teknologi memiliki peranan penting dalam membantu pengurangan potensi resiko kesehatan pada rokok. Selanjutnya tinggal bagaimana menyadarkan pecandu rokok konvensional agar mau berpindah ke rokok elektrik.

Sementara itu Dewan Penasihat Himpunan Peniliti Indonesia (HIMPENINDO) yang juga bekerja sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Erman Aminullah, sepakat dengan hasil penelitian tersebut. Apa yang sudah diteliti memang memiliki kecenderungan fakta-fakta dilapangan.

Namun meskipun banyaknya produk tembakau alternatif atau rokok elektrik banyak bermunculan di Indonesia, pada akhirnya tetap konsumen yang akan menentukan atau memilih produk tembakau mana yang seuai dengan kebutuhan mereka apakah rokok elektrik atau rokok konvensional.


List Diskusi

Tidak ada diskusi di topic ini